Potensi Usaha Rumah Potong Ayam

Semakin banyak saja pihak swasta baik skala kecil - menengah hingga skala besar bergerak di bidang produksi daging, terkhusus daging ayam. Pertanyaannya,  apakah kompetisi sudah jenuh?  Sebagai pertimbangan barangkali berita di bawah ini bisa jadi pertimbangan bagi pengusaha ang bergerak di industri rumah potong ayam. Sebuah berita dari tribunnews tanggal 12 Oktober 2011 mengenai angka kebutuhan daging ayam di Jakarta pada tahun 2011. 


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dinas Kelautan dan Pertanian DKI mengumumkan kebutuhan pangan warga Jakarta yang dapat dipenuhi. Sejauh ini, rata-rata kebutuhan pangan tersebut tidak ada masalah dan tersedia stoknya.

Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Ipih Ruyani mengatakan pihaknya menjamin pasokan beberapa komoditi untuk warga Jakarta. Seperti ketersediaan beras yang dapat didistribusikan sebanyak 2.500-3.000 ton perhari, sayuran sebanyak 1.100-1.300 ton perhari, daging sapi sebanyak 113-115 ton perhari, daging ayam sebanyak 424-425 ton perhari, dan telur ayam sebanyak 480-428 ton perhari.

"Kalau peredaran daging di masyarakat lebih banyak. Misalnya daging sapi, peredaran setiap harinya mencapai 120 ton, daging kambing 32 ton, daging babi 7 ton, dan daging ayam 800 ton," ujar Ipih, Rabu (12/10/2011).

Mengingat banyaknya peredaran daging tersebut, pihaknya terus mengawasi mutu maupun kualitas daging untuk melindungi masyarakat dari konsumsi daging yang tidak sehat ataupun mengandung bahan kimia berbahaya. Dari hasil pengawasan pihaknya di lima wilayah kota Jakarta, diambil 344 sampel dan hasilnya positif mengandung formalin sebanyak 20 sampel.

"Kita juga sita 47.952 ekor ayam tiren karena tidak layak konsumsi. Sasaran pengawasan kami seperti di pasar tradisional, pasar swalayan, meat shop, distributor daging, dan importir daging," imbuhnya.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------