Selasa, 13 September 2022

Sekilas Tentang Cara Beternak Ayam Pedaging (Broiler)

Ayam broiler atau biasa disebut ayam pedaging adalah jenis ayam yang direkayasa mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7 minggu). Karena pertumbuhannya sangat effisien, ayam broiler menjadi salah satu sumber protein yang banyak dikonsumsi saat ini. 

usaha ayam pedaging


Untuk melakukan budidaya ayam broiler ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :

  1. Pemilihan Bibit
  2. Kondisi Ideal Supaya Peternakan Berhasil
  3. Pakan
  4. Teknik pemeliharaan
  5. Mititgas penyakit dan pencegahan penyakit unggas
  6. Sanitasi


Hal hal tersebut akan dibahas secara singkat di bawah ini.

Pemilihan Bibit Ayam Broiler

Keberhasilan budidaya ayam  broiler dimulai sejak bibit ayam atau biasa disebut Day Old Chick (DOC) dipilih.  Saat ini 2 jenis DOC, yaitu  ayam broiler super dan polos. 

DOC ayam broiler super yang sudah divaksinasi pada saat ayam tersebut baru menetas, biasanya diberikan vaksin ND-KILL. 

DOC broiler polos adalah bibit ayam yang belum diberi vaksin.

DOC ayam potong broiler super juga memiliki kualitas yang sangat baik seperti bibit ayam berkualitas yaitu berbobot 35-40 gram, bulunya berwarna putih kekuningan yang cerah mengkilap, kaki dan paruh yang berwarna kuning cerah, tidak ada cacat genetik, suara nyaring serta bergerak gesit dan lincah.

DOC ayam potong broiler biasa memiliki kualitas yang lebih rendah dari DOC super. Kondisi tubuhnya biasanya normal dan lengkap namun kakinya berwarna pucat. Bulu tidak tumbuh dengan sempurna dan warnanya tidak merata. Sifatnya cocok-cocokan dengan iklim tempatnya berada.

ternak ayam pedaging



Jika dilihat dari jenisnya, DOC yang sudah vaksinasi atau grade super ini lebih diminati karena sudah terjamin bertahan dari serangan penyakit. Meski demikian, bibit yang bagus memiliki harga yang bagus juga.

 Bibit ayam broiler yang yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut  :

  1. Sehat dan aktif bergerak
  2. Tubuh gemuk (bentuk tubuh bulat)
  3. Bulu bersih dan kelihatan mengkilat
  4. Hidung bersih
  5. Mata tajam dan bersih
  6. Lubang kotoran (anus) bersih


Kondisi Ideal Area Peternakan

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memutuskan untuk budidaya ayam pedaging. Hal - hal ideal ini merupakan keharusan supaya ayam yang dihasilkan lebih sehat dan dan meminimalisir angka kematian ayam.

Lokasi kandang

Kandang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana transportasi, terdapat sumber air, arahnya membujur dari timur ke barat.

Pergantian udara dalam kandang.

Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandang harus baik.

Kemudahan mendapatkan sarana produksi.

Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan poultry shop atau toko sarana peternakan.

Suhu udara dalam kandang.

Suhu ideal kandang sesuai umur adalah :
    Umur (hari)     Suhu ( 0C )

  • 01 – 07     34 – 32
  • 08 – 14     29 – 27
  • 15 – 21     26 – 25
  • 21 – 28     24 – 23
  • 29 – 35     23 – 21

Pemeliharaan Ayam Broiler

Kandang Ayam Broiler

Kandang ayam terdiri dari tiga jenis atau tiga tipe bentuk yaitu tipe panggung tanpa alas, tipe panggung dengan alas, dan tipe litter. Berikut penjelasannya.

  1. Tipe panggung tanpa alas tidak memiliki alas di bawahnya sehingga kotoran ayam langsung jatuh ke tanah. Tipe panggung tanpa alas dapat disebut tipe dengan biaya cukup terjangkau. 
    kandang ayam pedaging

  2. Tipe panggung dengan alas biasanya terdapat litter atau alas ternak yang tidak setebal tipe litter.
  3. Tipe litter ini memiliki alas ternak yang cukup banyak daripada tipe panggung dengan alas. Tipe ini lebih banyak dipakai peternak karena lebih mudah dibuat dan juga lebih murah. Tipe ini membuat kotoran ayam tidak langsung jatuh ke tanah dan lebih higienis.
kandang ayam panggung untuk broiler


Pemilihan model atau tipe kandang itu sendiri biasanya disesuaikan dengan umur ayam. Ketika ayam masih berumur 2 minggu atau 1 bulan, biasanya kandang yang dibutuhkan adalah kandang indukan. Ayam remaja atau sekitar 1-3 bulan menggunakan kandang indukan yang dibesarkan untuk ayam dewasa.

Pakan Ternak Ayam Pedaging

Pakan sama seperti idnustri peternakan lainnya, juga sama di peternakan ayam pedaging, dimana biaya pakan menyerap  70% dari biaya pemeliharaan. Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi. Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi).

Apabila menggunakan pakan dari pabrik, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, yang dibedakan menjadi 2 (dua) tahap, sebagai berikut :

  • Tahap pembesaran

Tahap ini antara umur 1 sampai 20 hari, dimana pakan harus mengandung kadar protein minimal 23%.

  • Tahap Penggemukan

Tahap ini mulai sejak umur diatas 20 hari), yang memakai pakan berkadar protein 20 %. Jenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya. Penambahan suplemen dan  berbagai nutrisi pakan dalam jumlah cukup untuk membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler.


Efisiensi pakan dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio). Cara menghitungnya adalah, jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang dipanen.

Contoh perhitungan :
Diketahui ayam yang dipanen 1000 ekor, berat rata-rata 2 kg, berat pakan selama pemeliharaan 3125 kg, maka FCR-nya adalah :
Berat total ayam hasil panen = 1000 x 2 = 2000 kg
FCR = 3125 : 2000 = 1,6
Semakin rendah angka FCR, semakin baik kualitas pakan, karena lebih efisien (dengan pakan sedikit menghasilkan bobot badan yang tinggi).

Vaksinasi

Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND/tetelo. Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.
 
 

Teknik Pemeliharaah Ayam Pedaging

  1. Minggu Pertama (hari ke-1-7). Kutuk/DOC dipindahkan ke indukan atau pemanas, segera diberi air minum hangat yang ditambah suplemen dan gula untuk mengganti energi yang hilang selama transportasi. Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13 gr atau 1,3 kg untuk 100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal, pada prakteknya pemberian tidak dibatasi. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles).
  2.  Mulai hari ke-2 hingga ayam dipanen air minum sudah berupa air dingin dengan penambahan  suplemen yang dicampur air. Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4.
  3. Minggu Kedua (hari ke 8 -14). Pemeliharaan minggu kedua masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama, meskipun lebih ringan. Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya. Kebutuhan pakan untuk minggu kedua adalah 33 gr per ekor atau 3,3 kg untuk 100 ekor ayam.
  4. Minggu Ketiga (hari ke 15-21). Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik. Kebutuhan pakan adalah 48 gr per ekor atau 4,8 kg untuk 100 ekor. Pada akhir minggu (umur 21 hari) dilakukan vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum. Jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak-banyaknya. Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah  suplemen.
  5. Minggu Keempat (hari ke 22-28). Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat. Pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal  mempunyai berat badan minimal 1,25 kg. Kebutuhan pakan adalah 65 gr per ekor atau 6,5 kg untuk 100 ekor ayam. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.
  6. Minggu Kelima (hari ke 29-35). Pada minggu ini, yang perlu diperhatikan adalah tatalaksana lantai kandang. Karena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering. Kebutuhan pakan adalah 88 gr per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor ayam. 
  7. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan dengan pertumbuhan baik mencapai 1,8 – 2 kg. Dengan bobot tersebut, ayam sudah dapat dipanen.
  8. Minggu Keenam (hari ke-36-42). Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih tinggi, maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan. Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg.


Penyakit Yang Sering Menyerang Ayam Broiler

Ada beberapa penyakit yang bisa membuat budidaya ayam pedaging bisa berakhir buruk. Jika tidak mengetahui mitigasi dan pencegahan, akan sangat berbahaya. Berikut ini adalah penyakit yang sering menyerang ayam broiler yaitu :

Tetelo (Newcastle Disease/ND).

Penyakit ini disebabkan virus Paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah. Gejalanya ayam sering megap-megap, nafsu makan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah 1 – 2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir dan ayam berputar-putar yang akhirnya mati. Ayam yang terserang secepatnya dipisah, karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, maka untuk mengurangi kematian, ayam yang masih sehat divaksin ulang dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.

Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD).

Penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus golongan Reovirus. Gejala diawali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh bergetar-getar. Sering menyerang pada umur 36 minggu. Penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan, air minum dan peralatan yang tercemar. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin Gumboro.

Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease)

Merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum Gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernapas. Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-keputihan. Penularan melalui pernapasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai.

Berak Kapur (Pullorum)

Disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur. Disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum.

Kematian dapat terjadi pada hari ke-4 setelah infeksi. Penularan melalui kotoran. Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya dilakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.
 
Infeksi bibit penyakit mudah menimbulkan penyakit, jika ayam dalam keadaan lemah atau stres. Kedua hal tersebut banyak disebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor, serta cuaca yang jelek. Cuaca yang mudah menyebabkan ayam lemah dan stres adalah suhu yang terlalu panas, terlalu dingin atau berubah-ubah secara drastis. Penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus sukar untuk disembuhkan.
 
Untuk itu harus dilakukan sanitasi secara rutin dan ventilasi kandang yang baik. Pemberian suplemen yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ayam, ketahanan tubuh ayam, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran.

Sanitasi/Cuci Hama Kandang

Sanitasi kandang harus dilakukan setelah panen. Dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu :
Pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya.
Pengapuran di dinding dan lantai kandang.
Untuk sanitasi yang sempurna selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan formalin, untuk membunuh bibit penyakit.
Setelah itu dibiarkan minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri, yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya.

Admin