RUMAH POTONG Ayam Berpeluang Bertambah


BANDUNG - Peluang investasi rumah potong ayam di Jabar cukup besar tahun ini, karena kebutuhan permintaan kurang terpenuhi.
Ketua Persatuan Peternak Ayam Nasional Herry Darmawan mengatakan pemenuhan produksi ayam potong Jabar per minggu mencapai 15 juta ekor per minggu.
Dari jumlah itu, 10% permintaan belum terpenuhi sehingga hal ini menjadi peluang bagi rumah potong untuk menggenjot pemenuhan kebutuhan.
“Permintaan setiab bulan selalu mengalami peningkatan terutama untuk kebutuhan industri, restoran, dan hotel yang semakin merajalela,” katanya kepada Bisnis Jumat (26/4).
Dia menilai, peluang investasi terhadap rumah potong sangat besar terutama dalam skala industri karena di Jabar masih minim.
Menurutnya, pemahaman masyarakat [budaya] tentang rumah potong juga masih tabu karena sebagian besar ingin melihat proses pemotongan secara langsung untuk dikonsumsi.
Oleh karena itu, katanya, banyak produksi ayam hidup yang dijual dengan keuntungan masih rendah.
“Di sejumlah pasar kami sering menjumpai pedagang ayam hidup, karena kebutuhan rumah tangga masih belum siap dengan budaya pembelian ayam yang sudah siap pakai,” katanya.
Dia mengungkapkan, modal investasi pembangunan rumah potong diperkirakan Rp2 miliar untuk pemenuhan sekitar 1000 ayam yang dipotong per hari.
Herry berharap, pemerintah mendorong perkembangan rumah potong terhadap minat masyarakat karena dinilai masih kurang.
Selain itu, katanya, regulasi pembangunan invesatasi rumah potong ini dapat disederhanakan karena produksi ayam potong mengalami penurunan 20% dari 15-18 juta ekor ayam per minggu.
“Empat bualn terakhir produksi ayam mengalami penurunan, akibat cuaca dan biaya perawatan ayam yang cukup tinggi,” katanya. (k32/k29/yri)k layak konsumsi dan ayam bangkai.

Sumber :  (bisnis-jabar (dot)com)